Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Interprofesional dalam Mengawal Kesehatan Remaja

By Admin prodi 25 Jul 2026, 14:08:41 WIB Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan
Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Interprofesional dalam Mengawal Kesehatan Remaja

Malang, 25 Juli 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat yang diketuai oleh Ibu Dr. Tri Anjaswarni, S.Kp., M.Kep. melaksanakan Sosialisasi Giat Pengabdian Kolaborasi Interprofesional dalam Mengawal Kesehatan Remaja pada Sabtu, 25 Juli 2026 di Ruang Pertemuan Puskesmas Bareng, Kota Malang. Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dalam mendukung kesehatan remaja sebagai upaya pencegahan stunting.

Program pengabdian akan berlangsung selama enam bulan di Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, dengan sasaran keluarga yang memiliki remaja usia 10–24 tahun, pengurus dan anggota Bina Keluarga Remaja (BKR), serta Posyandu Remaja. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi berbagai mitra, antara lain Puskesmas Bareng, Kelurahan Bareng, Dinas P3AP2KB/BKKBN Kota Malang, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dosen, dan mahasiswa Jurusan Keperawatan.

Sebanyak 39 peserta dari unsur pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat hadir dalam kegiatan sosialisasi bersama 11 dosen dan mahasiswa yang tergabung dalam tim pengabdian. Melalui kegiatan ini, seluruh mitra membangun komitmen bersama untuk mendukung pelaksanaan program secara terpadu dan berkelanjutan.

Program PPDM tahun 2026 mengusung pendekatan Kolaborasi Interprofesional (KIP) yang melibatkan tenaga keperawatan, bidan, dokter, ahli gizi, dan tenaga promosi kesehatan. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan intervensi kesehatan yang lebih komprehensif dalam meningkatkan kualitas kesehatan remaja sekaligus mencegah terjadinya stunting di masa mendatang.

Rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi revitalisasi Bina Keluarga Remaja (BKR), pembentukan kelas BKR, pelatihan kader, edukasi penyediaan makanan bergizi berbasis pangan lokal, pendampingan keluarga yang memiliki remaja, penguatan Posyandu Remaja, serta pemanfaatan Aplikasi Pantau Risiko Stunting (APRIS) sebagai media pemantauan kesehatan remaja secara berkelanjutan.

Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara tim pengabdi, Puskesmas Bareng, Kelurahan Bareng, dan masyarakat untuk mengidentifikasi berbagai tantangan kesehatan remaja serta menyusun strategi kolaboratif dalam implementasi program. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan program ini mampu memberikan dampak nyata dalam menciptakan generasi muda yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment